Rumah Kecil di Cipulir Jakarta Raih Penghargaan Dunia di New York

LIGACAPSA¬† –¬† Solusi membangun rumah di atas lahan terbatas memicu banyak ide kreatif dari para arsitek dunia. Bahkan karya arsitek Indonesia baru-baru ini berhasil meraih penghargaan di tingkat dunia.

Melalui karyanya lewat sebuah rumah kecil di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, para arsitek dari Delution berhasil mengharumkan nama bangsa. Mereka memenangkan Architizer Awards 2020 untuk kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice.

Architizer Awards merupakan sebuah ajang penghargaan arsitektur berskala dunia yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS). Pada tahun ini, terdapat 5.000 karya arsitektur yang masuk dari lebih 100 negara di dunia.

Sebelumnya, The Twins karya Delution yang memenangkan kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice dalam penghargaan ini. Karya mereka bersanding dengan empat karya arsitektur dunia lainnya untuk dipilih secara voting terbuka. Delution sendiri berdiri sejak 2013

dengan nama PT Desain Revolusi Indonesia dengan fokus bisnis konsultan perencanaan arsitektur dan desain interior.

Kami amat berterima kasih atas dukungan dan voting yang diberikan kepada kami kemarin. Semoga penghargaan ini dapat ikut membawa nama baik arsitektur Indonesia di mata dunia.” terang Muhammad Egha, CEO dari Delution dalam keterangan tertulis yang diterima

Delution The Twins merupakan proyek Delution yang dibangun pada 2019 untuk menjawab permasalahan luas tanah kecil. Rumah unik yang berada di gang kecil ini mendapatkan perhatian

yang tinggi dan menjadi inspirasi warganet sejak diperkenalkan melalui akun Instagram Delution di tahun ini. Rumah kecil ini didesain dengan memiliki dua massa bangunan yang terpisah untuk

menjawab kebutuhan penghuni rumah yang merupakan dua keluarga dari sepasang kakak beradik.

Menurut Egha, The Twins merupakan contoh nyata dari penerapan konsep rumah sehat, efisien dan realistis di salah satu kota terpadat di dunia yaitu Jakarta. Uniknya, rumah kecil yang

terbangun di atas lahan dengan luas hanya sekitar 70 meter persegi ini, dirancang dengan skema rumah tumbuh yang selesai dalam tiga tahapan.

Tahapan pembangunan dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan dana dari sang pemilik rumah. Total dana yang dibutuhkan dalam pembangunan ini sebesar Rp400 juta. Rumah ini juga

didesain dengan metode konstruksi konvensional yang dapat dibangun secara mandiri dengan material lokal yang sangat mudah ditemukan.

Kami berharap rumah ini dapat menjadi sebuah percontohan yang akan menjadi stimulus bagi kemajuan wajah serta kualitas hidup perkampungan kota yang semula terabaikan,” kata Egha.

Selanjutnya, The Twins akan dipublikasikan bersama dengan karya pemenang Architizer Awards lainnya dalam sebuah buku kompendium berjudul “Architizer : The World’s Best Architecture” yang diterbitkan oleh Phaidon, sebuah penerbit global untuk seni kreatif dunia. Buku ini

rencananya akan dirilis pada awal 2021 dan akan menjadi sebuah referensi karya arsitektur terbaik dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *