Reka Ulang Pembunuhan Desainer Jember, Pelaku Peragakan Saat Menusuk Punggung Korban

LIGACAPSA – Petugas Satreskrim Polres Jember menggelar reka ulang kasus pembunuhan sadis yang menimpa desainer Yohanes Leonardo Satryo Gerry atau Gerry, Senin (8/6). Tiga pelaku pembunuhan dihadirkan dalam rekonstruksi yang digelar di rumah korban, Jalan Kertanegara 31, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember.

“Ada 28 adegan yang kita lakukan, salah satunya di rumah ini. Selanjutnya reka adegan dilanjutkan di dua tempat lain,” ujar Kasat Reskrim Polres Jember AKP Frans Dalanta Kembaren kepada wartawan di sela rekonstruksi.

Tiga pelaku yang melakukan pembunuhan pada akhir bulan Ramadan itu adalah Muhadir Muhammad (27) yang dibantu kakak beradik, yakni Anggi Cahyo (21) dan Dwi Cahyo (19). Mereka bertiga warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember.

Usai dari rumah pelaku, reka ulang dilanjutkan di Jalan Kertanegara dan Sungai Bedadung, tempat pelaku membuang ponsel milik korban serta pisau milik pelaku.

Bertindak sebagai pelaku utama adalah Muhadir alias Mamat yang menusuk punggung korban berkali-kali dengan senjata tajam. Selain sebagai pelaku utama, Mamat juga yang memiliki ide untuk membunuh korban dengan tujuan menguasai harta benda. Para pelaku juga menghantamkan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram ke kepala korban untuk memastikan Gery tewas.

Polisi menyebut, antara korban dengan Muhadir alias Mamat memiliki hubungan pertemanan yang dekat. Namun polisi enggan menjelaskan detail reka ulang adegan dalam pembunuhan tersebut.

“Sejauh ini tidak ada fakta baru yang kita temukan. Masih sesuai hasil pemeriksaan (sebelumnya). Kita lakukan reka adegan ini untuk mengetahui peran masing-masing pelaku,” jelas Fran.

Dalam reka ulang tersebut, polisi juga menghadirkan mobil Datsun Go warna silver berpelat nomor P 1268 GX milik korban. Mobil tersebut turut dibawa pelaku usai membunuh. Mereka juga membawa serta uang Rp5 juta milik korban.

Sebelumnya, Gery ditemukan tewas di salah satu kamar rumahnya, Jumat (15/05) malam usai salat tarawih. Pria 35 tahun yang berprofesi sebagai desainer, make up artist dan guru fashion itu pertama kali ditemukan jenazahnya oleh saudara perempuannya.

Berdasarkan kondisi jenazah saat ditemukan, polisi menyebut korban sudah dibunuh tiga hari sebelumnya. Lulusan sekolah mode Esmod Jakarta ini selama beberapa tahun terakhir tinggal seorang diri di rumah tersebut, setelah kedua orang tuanya meninggal.

Kurang dari tiga hari setelah jenazah ditemukan, polisi berhasil menangkap ketiga pelaku. Mereka ditangkap pada Minggu (17/05) siang, ketika akan menjual mobil hasil curian di daerah Jember bagian utara.