Mahasiswa di Samarinda Bisnis Ganja dengan Alumni Satu Kampus

LIGACAPSA  –  Tiga orang dalam satu jaringan pengedar ganja di Samarinda, Kalimantan Timur dibekuk petugas BNN. Satu diantaranya adalah mahasiswa, yang berbisnis dengan alumni satu kampus. Narkotika jenis ganja 1,5 kg disita sebagai barang bukti.

Pengungkapan berawal dari kabar pengiriman ganja kering dari Medan, Sumatera Utara ke sejumlah provinsi di Sulawesi dan Kalimantan Timur di Kalimantan.

“Kami melakukan penyelidikan di-back up BNN Provinsi Kalimantan Timur,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNN Kota Samarinda AKBP Halomoan Tampubolon di kantornya, Jalan Anggur, Rabu (24/6).

Tampubolon menerangkan, penyelidikan tim gabungan berbuah hasil. “Sekitar jam 1 siang, kami pertama kali melakukan penindakan terhadap pelaku JJ (seorang mahasiswa), sebagai penerima paket,” ujar Tampubolon.

“Kami temukan paket terbungkus kopi. Modus ini agar aroma ganja tidak tercium. Tapi ternyata isinya adalah 1,5 kilogram ganja kering, yang dikirim dari Medan,” tambah Tampubolon.

Dari pengakuannya, JJ yang masih berusia 20 tahun itu disuruh AR (24) di tempat berbeda. “AR mengaku disuruh temannya, H yang juga berhasil kami amankan. Jadi JJ, AR dan H kesemuanya kami amankan,” terang Tampubolon.

Penyelidikan berkembang. Diketahui, paket itu merupakan pesanan satu pelaku lain seorang bandar, AD yang tinggal di Tarakan, Kalimantan Utara. “Ganja ini dipesan ke Medan oleh AD melalui media sosial untuk dikirim ke Samarinda. Jadi AD masih kami kejar,” jelas Tampubolon.

Dia menambahkan paket ganja kering ini adalah pengiriman ketiga kalinya. “Ketiganya saling mengenal karena satu kampus dan pernah satu organisasi. Kami terapkan pasal 112, 114 dan 111 UU No 35/2009 tentang Narkotika. Tes urine pun, mereka positif. Tentu, mereka bukan hanya penyalahguna narkotika, melainkan juga satu jaringan pengedar,” pungkas Tampubolon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *