Layar Huawei Mate 40 Series Akan Dipasok Oleh BOE Technology

LIGACAPSA –  Huawei Mate 40 Series dilaporkan bakal dipasok teknologi layarnya oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok BOE Technology.

Teknologi layar one-cell BOLED milik BOE telah dipilih untuk Mate 40 dan Mate 40 Pro.

Dilansir dari GSM Arena via Tekno Liputan6.com, BOE akan jadi penyuplai eksklusif untuk varian Mate 40. Sementara untuk Mate 40 Pro selain BOE, penyuplai layar lain adalah Samsung dan LG.

BOE pada awal tahun ini juga pernah mengajukan penawaran untuk layar Huawei P40, tetapi saat itu teknologinya belum siap.

Sesuai dengan namanya, layar on-cell memiliki lapisan touch sensitive yang tertanam di dalamnya. Teknologi lama membutuhkan sebuah layar sentuh terpisah untuk bisa dipasang, sehingga ada celah antara lapisan dan layarnya.

Seri Huawei Mate 40 sendiri akan dirilis pada periode semester II 2020. Namun sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak Huawei tentang waktu peluncurannya.

1 dari 2 halaman

Meski pemasok layar telah terpilih, nampaknya produksi Mate 40 Series tetap akan tertunda. Pasalnya, sang aksasa teknologi dilaporkan meminta para rantai pasokan komponen mitra mereka, sementara waktu menghentikan produksi untuk Mate 40.

Hal ini diperkirakan akan membut produksi massal seri Huawei Mate 40 tertunda satu hingga dua bulan.

Huawei kemungkinan masih akan mengumumkan seri Mate 40 sesuai jadwal. Namun, peluncuran di pasar akan tertunda karena penundaan produksi komponennya.

Huawei disebut sedang mengambil waktu untuk mengevaluasi persediaan chip miliknya. Hal ini terkait dengan tekanan Amerika Serikat (AS) terhadap bisnis Huawei yang memengaruhi produksi chipset.

Pemblokiran AS terhadap Huawei termasuk menggunakan produk-produk negara tersebut, seperti Google Play Services.

2 dari 2 halaman

Larangan menggunakan berbagai layanan Google memperlambat ekspansi Huawei, tapi perusahaan sejauh ini berhasil memperkuat penjualan di pasar Tiongkok.

Adapun Huawei dilaporkan telah mengurangi pesanan komponen tertentu sebesar 20 persen untuk mengantisipasi permintaan yang lebih rendah.

Tak cuma Huawei, hal ini kemungkinan besar juga akan memengaruhi merek yang ada di bawah naungan mereka, yakni Honor.