Kratom Lebih Berbahaya dari Ganja dan Kokain, Banyak Ditemukan di Kalbar

LIGACAPSA–┬áBadan Narkotika Nasional (BNN) mencatat efek tanaman kratom lebih berbahaya dari ganja bahkan kokain. Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Yunis Farida Oktoris Triana mengatakan, efek kratom bisa 10 kali lebih bahaya dari ganja.

“Memang bahaya dari pada kokain dan lebih bahaya 10 kali lipat dari ganja. Kebetulan kami mengikuti diskusi dengan Kementerian Kesehatan terkait tanaman kratom. Kratom memang membahayakan bila mana disalahgunakan,” kata Farida saat mengunjungi Yayasan Bali Samsara, Denpasar, Bali, Kamis (25/7).

BNN saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar kratom dimasukkan ke dalam jenis narkotika golongan 1.

“Sekarang ini kita sedang meminta Kementerian Kesehatan untuk masuk narkotika golongan 1. Tapi kemarin hasil pembahasan, kratom itu merupakan tanaman endemik di Kalimantan Barat,” ujarnya.

“Karena (kratom) untuk menahan abrasi sungai yang mana sudah ditentukan oleh Kementerian KLH. Hal ini pembahasannya masih dalam proses,” tambah Farida.

Farida juga menjelaskan, kendati saat ini belum menemukan tanaman kratom yang disalahgunakan atau dibudidayakan, namun BNN mulai mencegah tanaman tersebut agar tidak membelenggu seperti ganja.

“Kita sudah mengatakan bahwa bahayanya 10 kali lipat dari ganja kan seperti itu. Berarti kita harus siap siaga. Karena BNN yang menjadi vocal point untuk penyalahgunaan. Jangan sampai sekian tahun yang akan datang akan terbelenggu dengan kratom yang di saat ini kita terbelenggu oleh ganja,” ujar Farida.