Tingkatan Istilah Startup: Unicorn, Decacorn, Hectocorn

LIGACAPSA– Dalam kehidupan masyarakat Hindu dikenal kasta yang membeda-bedakan antara golongan yang satu dengan lainnya. Dimulai dari tingkatan Sudra yang merupakan gambaran dari masyarakat petani. Lalu ada Wesias yang menjadi status sosial bagi kasta pedagan dan pegawai pemerintahan. Untuk mereka yang merupakan keturunan bangsawan dan raja akan digolongkan sebagai Satria. Sementara tingkatan tertinggi, yaitu Brahmana hanya dimiliki oleh para pendeta.

Kasta atau tingkatan sosial ternyata nggak hanya ada di kehidupan masyarakat. Pada dunia startup dikenal pula level-level yang membedakan antara perusahaan rintisan yang masih dalam tahap pengembangan hingga yang telah mencapai kesuksesan.

Ada tiga tingkatan startup yang saat ini dikenal masyarakat awam. Kalau belum tahu, mari kenali lebih dalam kasta yang terdapat pada bisnis digital.

Unicorn

Unicorn merupakan makhluk mistis dari mitologi Yunani yang digambarkan dengan kuda bertanduk. Semistis keberadaannya, begitu juga dengan startup unicorn pada awal perkembangan bisnis digital. Hanya sedikit perusahaan yang berhasil menembus level valuasi sebesar USD 1 miliar.

Istilah unicorn sendiri bisa dibilang mulai dipergunakan setelah muncul pada laporan founder Cowboy Ventures, Aileen Lee. Suatu kali dirinya membuat laporan tentang perusahaan rintisan yang berusia di bawah 10 tahun tapi punya valuasi USD 1 miliar. Aileen menyebut bahwa perusahaan ini langka, jarang ditemukan. Maka dari itu, dia menggunakan istilah unicorn.

Sebelum unicorn disematkan, Aileen konon juga mencoba menggunakan istilah-istilah lain, seperti home run atau mega hit. Tapi pada akhirnya dia memandang bahwa unicorn adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perusahaan yang dimaksud olehnya.

Hingga saat ini, diperkirakan ada sekitar 300 perusahaan yang masuk dalam kategori unicorn ini.

Decacorn

Setelah tahap unicorn, startup yang terus meraup keuntungan dan suntikan dana dari investor bakal bertransformasi menjadi decacorn. Disebut deca sebagai gambaran bahwa perusahaan ini sepuluh (deca) kali lebih besar dari unicorn, yaitu dengan valuasi sebesar USD 10 miliar.

Istilah decacorn sendiri sepertinya dimunculkan karena nyatanya makin banyak perusahaan yang mampu berkembang pesat meninggalkan unicorn. Hingga saat ini ada lebih dari 10 perusahaan decacorn yang kebanyakan berasal dari Amerika Serikat dan Tiongkok. Beberapa nama yang mungkin kamu kenal adalah Toutiao (Bytedance), Uber, Didi Chuxing, WeWork, hingga Airbnb.

Di Asia Tenggara sendiri juga sudah lahir sebuah perusahaan decacorn yaitu Grab yang saat ini memiliki valuasi USD 11 miliar.

Hectocorn

Mencapai tingkatan decacorn saja susah. Tapi ternyata sudah ada startup yang mampu meraih tingkatan tersebut, yaitu Ant Financial milik pebisnis jenius, Jack Ma. Untuk masuk dalam jajaran super elit ini sebuah perusahaan harus bisa mencapai valuasi sebesar USD 100 miliar. Sementara hectocorn Ant Financial diperkirakan memiliki valuasi USD 150 miliar, sama kuatnya seperti 150 unicorn, atau 15 decacorn.

Karena bukan lagi sebagai decacorn, dibutuhkan dukungan dana dari investor kelas hiu. Uniknya, ada beberapa nama dari Asia Tenggara yang ikut menjadi dalang dari tercapainya status hectocorn Ant Financial, seperti Temasek Holdings (Singapura) dan Khazanah Nasional Bhd (Malaysia).

Itulah tiga tingkatan yang ada dalam bisnis digital dan menjadi impian bagi setiap startup. Untuk kamu yang sedang merintis perusahaan, sudah siapkah bermimpi meraih batasan-batasan tersebut?