PPP minta semua caleg siap jadi jurkam Jokowi-Ma’ruf

POLITIK- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy(Rommy) meminta calon anggota legislatif dari PPP harus siap menjadi juru kampanye pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019.

“Kami memberikan tugas Caleg PPP baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun Pusat Dapil Surakarta selain menyampaikan visi misinya, sekaligus menjadi Jurkam pasangan Jokowi-Ma’ruf di wilayahnya masing-masing,” kata Rommy, disela memberikan arahan pada acara “Lokakarya Politik Strategi Pemenangan Pemilu 2019 se-Eks Keresidenan Surakarta”, di Hotel Sahid Jaya Solo seperti dikutip Antara, Rabu (10/10).

Pada acara tersebut selain dihadiri pengurus PPP se-Eks Keresidenan Surakarta, juga caleg PPP asal Boyolali sebanyak 14 orang, Klaten (25), Sukoharjo (15), Wonogiri (14), Karanganyar (26), Sragen (22), dan Kota Solo (45), serta caleg tingkat pusat sebanyak 26 orang dari Dapil IV, V, VI, dan VII.

Rommy juga memberikan penekanan kepada para caleg PPP tentang kebijakan partainya mengapa mengusung pasangan nomor urut 01, Jokowi dan Ma’ruf Amin, karena banyak hal pertimbangan. Termasuk PPP yang sebelumnya sudah empat kali melawan Pak Jokowi selalu kalah mulai dari Pilkada Kota Surakarta dua kali, Pilgub DKI pada 2013, dan Pilpres 2014.

“PPP berbalik arah dan sekarang pada Pemilu 2019 mendukung Jokowi-Ma’ruf. Caleg bukan hanya jurkam PPP, tetapi juga pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di dapilnya masing-masing,” kata M. Romahurmuziy yang akrab dipanggil Gus Romi itu.

Selain itu, Caleg dan kader PPP juga diminta dalam proses kampanye yang dilakukan nanti mengikuti peraturan, dan ikut mengantisipasi tersebarnya berita-berita hoaks yang saat ini, telah memberikan kontribusi keterbelahan sebagian masyarakat.

“Kami sudah menjelaskan di atas kertas pasangan, Pak Jokowi-Ma’ruf, insyaallah akan lebih mudah mendapatkan kemenangan pada Pemilu 2019. Hal ini termonitor di sejumlah lembaga survei, dan justru makin menguat,” ujarnya.

Presiden Jokowi, menurutnya, juga tidak pernah menjaga jarak dengan rakyatnya. Dan, komitmen kerakyatan itu, yang tidak pernah dipunyai oleh pemimpin bangsa ini, kecuali beliau. Hal ini, sangat penting membangun kedekatan dengan rakyat dan tidak dibuat-buat.

“Kami melihat progres luar biasa infrastruktur energi rasio elektrifikasi sudah mencapai sekitar 96 persen, daninsyaAllah tahun depan sudah bisa 99 persen sesuai janji yang disampaikan beliau, pada 2014,” klaimmya.

Bahkan, Jokowi banyak menerobos proses birokrasi dengan waktu singkat yang sebelumnya selalu ada masalah. Hal ini, hanya dibutuhkan seorang pemimpin yang berani seperti beliau, tegas tetapi terukur. Baru ada Presiden Republik Indonesia ini, yang membatalkan 3.000 Perda sekaligus. Perda dibatalkan itu, karena dianggap oleh para pengusaha membelenggu pertumbuhan.

“Kampanye Caleg, nanti harus menyampaikan visi misinya kepada masyarakat, Pak Jokowi bersih, merakyat, dan kerja nyata,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *