Ada celah keamanan dan minim pengguna, Google+ dinyatakan tutup

TEKNOLOGI- Salah satu platform media sosial dari Google yakni Google+ akan ditutup dalam 10 bulan ke depan. Hal ini berdasarkan pernyataan Google yang dimuat di blog resmi Google pada Senin (8/10/2018).

Keputusan ini muncul setelah Google menyebut terdapat cacat keamanan pada Google+. Hal ini membuat beberapa data profil dari pengguna terekspos. Berdasarkan lansiran dari The Verge, kerusakan ini telah diperbaiki Google pada Maret 2018 lalu.

Faktor lain yang membuat Google+ terpaksa ditutup adalah “rendahnya jumlah pengguna dan engagement pengguna.” Bahkan menurut data yang dibagi oleh Google, 90 persen pengguna Google+ menggunakan aplikasi ini tak sampai 5 detik. Meski demikian, Google tetap mempertahankan layanan Google+ untuk bisnis korporasi. Artinya, Google+ masih tetap ada untuk versi enterprise, namun ditutup untuk versi konsumen.

Google menyebut, saat ini perusahaan tersebut sedang berfokus pada “jejaring sosial untuk korporasi yang aman.” Terlihat bahwa langkah Google saat ini adalah mengambil pasar yang lebih mengerucut, yakni korporasi dan menarik biaya berlangganan. Google tak lagi fokus kepada konsumen media sosial biasa yang kini lebih banyak menggunakan jejaring sosial lain seperti Facebook atau Twitter.

Google pun menyebut ada beberapa fitur baru untuk aplikasi ini, dan juga memutakhirkan API untuk para pengembang demi keamanan pengguna di berbagai layanan Google. Bahkan, Google menyebut juga bahwa layanan Gmail juga mendapatkan pemutakhiran soal Kebijakan Data Pengguna. Perhatian soal keamanan ini tentu muncul pasca skandal keamanan Google+ beberapa waktu lalu, yang dianggap serius hingga Google+ harus tutup.