2012 jelas Prabowo saja dukung Jokowi-Ahok

Seputar Ligacaps – Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mempertanyakan Ratna Sarumpaet bisa menjadi anggota timses Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga. Padahal, sepengetahuannya, Ratna merupakan pengagum dan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjadi pasangan Joko Widodo pada Pilkada DKI Jakarta 2012.

Menanggapi tudingan itu, Juru Bicara Koalisi Indonesia Kerja, TB Ace Hasan Syadzily menyebut pihak yang membuat tuduhan tersebut kehilangan akal sehat.

“Saya ingin menyatakan bahwa tuduhan yang disampaikan oleh mereka Ratna Sarumpaet adalah kubu Jokowi yang ditanam (ke) kubu Prabowo saya kira itu sudah kehilangan akal sehat,” kata Ace di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/10).

Sebab, Ace menuturkan, Ratna sudah berada dalam barisan pendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sejak 2014. “Saya ingin katakan demikian kenapa, apa penjelasannya selama ini di dalam Pilpres 2014 Ratna Sarumpaet ada di kubu sana kok,” imbuh politisi Golkar itu.

Dia menambahkan, kalau 2012 wajar jika Ratna mendukung Jokowi-Ahok. Bahkan, Prabowo pun dalam satu barisan. Seperti diketahui pada Pilkada DKI 2012 lalu, Jokowi-Ahok diusung PDIP dan Gerindra. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pun merupakan kader Gerindra ketika itu.

“2012 jelas, jangankan Ratna Sarumpaet Prabowo saja mendukung Ahok kok dan dukung Jokowi,” tegas Ace.

Dia menyayangkan kubu Prabowo menuding pihaknya mengkapitalisasi kasus Ratna. Ace heran justru Ratna dicampakkan begitu saja, usai mengaku membuat kebohongan.

“Kami sekali lagi tegaskan tidak mengkapitalisasi kasus Ratna Sarumpaet karena kami percaya polisi akan menyelidiki secara tuntas apa di balik kasus Ratna Sarumpaet,” pungkasnya.

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mempertanyakan Ratna Sarumpaet bisa menjadi anggota timses Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga. Padahal, sepengetahuannya, Ratna merupakan pengagum dan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjadi pasangan Joko Widodo pada Pilkada DKI Jakarta 2012.

“Iya, saya juga aneh ya kalau dia menjadi timses Pak Prabowo, karena kalau ukurannya dengan PKS dan Gerindra melalui Pilgub DKI beliau itu pendukung Ahok. Beliau pakai baju kotak-kotak dengan anaknya berbangga hati mengatakan akan memenangkan Ahok dan ada fotonya dengan Ahok, saya juga heran dia bisa masuk timses ini,” kata Hidayat Nur Wahid di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin(8/10)