Jangan sampai demokrasi kita dibajak oleh pelaku hoaks

Seputar Ligacapsa – Politisi Partai NasDem Taufik Basari meminta kepada seluruh partai politik agar tak termakan berita-berita yang belum diyakini kebenarannya alias hoaks. Hal ini merujuk pada kasus Ratna Sarumpaet yang telah berbohong mengaku dianiaya.

Semestinya seorang politisi melihat itu (kasus Ratna) adalah respons yang harus ditanggung jawab secara etis. Kasus itu suatu hal yang sensitif, jika seseorang yang dikesankan memperoleh kekerasan maka harus dicek kebenaran itu terlebih dahulu,” kata Taufik dalam diskusi publik bertema ‘Residu Demokrasi Hate Speech dan Hoax’ di D’Hotel Jalan Sultan Agung, Jakarta

Selatan, Minggu (7/10).

Atas hal itu, Ketua DPP Partai Nasdem ini menegaskan, kalau kasus Ratna merupakan pelajaran bagi politisi. Dia berharap kasus seperti ini tak terjadi lagi.

“Kita harus belajar dari kasus Ratna, supaya ke depan lebih baik. Ini berlaku untuk politisi, masyarakat dan media. Kita dalam dunia ini harus sadar bahwa setiap informasi yang kita dapatkan tidak bisa ditelan bulat-bulat, harus kritisi. Meski diutarakan info itu oleh pihak kredibel,” ujarnya.

“Semua pihak harus bisa mengambil pelajaran dari kasus itu. Jangan sampai demokrasi kita dibajak oleh pelaku hoaks,” sambungnya.

Lebih lanjut perihal penyebar informasi bohong, Taufik mengharapkan agar pelaku tak hanya diberi sanksi administrasi atau pidana. Melainkan juga sanksi tidak diberikan panggung.

“Sanksi tidak diberikan panggung bagi politisi yang terlibat menyebarkan informasi bohong merupakan hukuman ampuh. Lalu, bagi publik jangan diberikan ruang sebagai penyebar informasi dan untuk media ingatkan bahwa itu adalah bohong,” pungkas Taufik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *