Eksepsi Henry ditolak, sidang kasus Pasar Turi dilanjutkan 20 September

BERITA UNIK- Bos PT Gala Bumi Perkasa, Henry Jocosity Gunawan (HJG) kembali menjalani sidang lanjutan atas kasus Pasar Turi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Sidang yang dipimpin Hakim Anne Rusiana, SH, MH ini mengagendakan pembacaan surat tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi yang diajukan terdakwa HJG pada persidangan sebelumnya.

Kejari Surabaya melalui JPU Darwis dan Harwaedi menolak semua dalil eksepsi yang diajukan Henry karena dinilai telah masuk ke materi pokok perkara.

“Meminta agar majelis hakim menjatuhkan putusan sela dengan menolak atau tidak menerima eksepsi yang diajukan terdakwa dan tim penasehat hukumnya,” ucap Jaksa Harwaedi saat membacakan surat tanggapan atas eksepsi terdakwa di PN Surabaya, Senin (17/9).

“Merujuk Pasal 378 KUHP dari awal sudah digunakan niat buruk untuk menipu, yaitu menggunakan keterangan palsu, maka sudah masuk sebagai tindak pidana,” tambah Darwis.

Darwis mengatakan keberatan dari tim penasehat hukum terdakwa Henry tidak masuk dalam eksepsi tapi diajukan dalam materi praperadilan.

Majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana akan melanjutkan persidangan pada hari Kamis tanggal 20 September untuk pembacaan putusan sela.

Seperti diketahui, bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Henry J Gunawan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/8). Dia dituntut 4 tahun penjara atas dakwaan penipuan dan penggelapan kepada para pedagang Pasar Turi Baru.

Pada persidangan yang diketuai Hakim Rochmad itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dan Harwiadi membacakan berkas tuntutan secara bergiliran. “Memohon agar Majelis Hakim menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada terdakwa,” ucap Harwiadi.

Menurutnya, Henry terbukti melanggar Pasal 372 KUHP yang mengakibatkan para pedagang Pasar Turi mengalami kerugian dengan total mencapai ratusan juta rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *