Fadli Zon ingin konsep debat Capres seperti Pilpres Amerika

POLITIK- Kubu koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno setuju jika debat paslon Pilpres komisi pemilihan umum (KPU) menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, konsep debat juga diubah, pemaparan tak hanya tiga menit, tapi juga satu jam.

“Ya kalau pakai (bahas Inggris) bagus, enggak juga enggak apa. Tapi kalau ada ya itu berarti ada suatu kemajuan. Kalau enggak juga enggak masalah. Tapi kan kita ini negara demokrasi yang cukup besar, populasi yang cukup besar, terserah kalau kita meningkatkan kualitas debat kita juga bagus,” kata Waketum Gerindra, Fadli Zon di Jl Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis malam (13/9).

Pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno siap jika debat menggunakan bahasa Inggris bakal terealisasi. Namun, Fadli ragu apakah kubu Jokowi-KH Ma’ruf Amin bakal menerima usulan debat ini. Dia juga tak bermaksud menyindir soal mana yang lebih baik soal menguasai bahasa Inggris.

“Oh kalau itu sih sudah pasti siap. Tapi kan belum tentu disepakati oleh kandidat lain. Gitu. Walaupun Pak Jokowi seperti saya bilang hobi kan pidato pakai bahasa Inggris. Apa saya kelihatan nyindir,” canda Fadli.

“Saya enggak tahu (kubu Jokowi mau apa enggak) Saya kira bisa jadi sepakat sih. Sebenarnya enggak masalah. Saya katakan tadi, pak Jokowi senang bahasa Inggris,” tambahnya.

Fadli juga setuju jika pola debat diubah. Dia ingin gaya debat yang lebih interaktif antar kandidat. Misalnya tidak dibatasi dengan waktu singkat jika para kandidat memaparkan isunya.

“Kalau ini kan debatnya kayak paparan begitu. Menurut saya biarkan saja ada debat yang ada lebih dinamis begitu. Sehingga kita tahu pemikirannya apa. Jangan ini satu menit, ini satu menit. Gitu. Jadi kayak main-main. Jadi kalau mau debat, debat kayak presiden Amerika,” pinta Fadli.

Diberitakan sebelumnya, sekjen koalisi partai politik pengusung capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno ingin model debat ala cerdas cermat dihapus karena tidak efektif bagi para calon memaparkan isu isu nya. Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto juga setuju jika debat kandidat paslon Pilpres menggunakan Bahasa Inggris.

“Boleh juga kali ya (debat kandidat memakai Bahasa Inggris). Makanya hal-hal detail seperti ini perlu didiskusikan,” kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Jl Daksa I nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Menurutnya tak masalah jika debat kandidat memakai Bahasa Inggris. Hal ini penting, sebab seorang pemimpin negara akan bergaul dan berbicara di dunia internasional. Pekan depan pihaknya bakal merampungkan soal teknis debat ini.

“Karena presiden bergaul di dunia internasional, supaya tidak ada mis komunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara, ya memang penting juga calon presiden matang dalam menguasai bahasa luar, dari bahasa Indonesia itu,” ucap Yandri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *