Pemilik Haagen Dazs Dita Soedarjo Bisa Habiskan Uang Rp 1 Miliar Sehari

Berita Terkini – Dita Soedarjo, sosialita kelahiran Jakarta tersebut akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan publik.

Wanita cantik tersebut baru saja dilimpahi kebahagiaan karena telah dilamar oleh aktor tampan Denny Sumargo, pada Sabtu (4/8/2018), di Dharmawangsa Residence, Jakarta Selatan.

Dita Soedarjo dan Denny Sumargo (Instagram/sumargodenny)

Kerana bukan seorang selebriti dan sangat jarang muncul di televisi, masyarakat Indonesia pun banyak yang penasaran dengan sosok Dita Soedarjo itu.

Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Dita Soedarjo adalah anak Sutikno Soedarjo sekaligus pewaris usaha Haagen Dazs Indonesia.

Haagen Dazs sendiri merupakan merek es krim Amerika, yang didirikan oleh Reuben dan Rose Mattus di Bronx, New York, pada tahun 1961.

Bisnis tersebut sekarang memiliki waralaba di seluruh Amerika Serikat dan berkembang ke negara lain salah satunya di Indonesia yang dimiliki oleh orangtua Dita Soedarjo.

Menjadi anak pemilik Haagen Dazs Indonesia, hidup Dita bergelimang harta.

Pernah tampil dalam acara Jakarta Socialite, Dita menuturkan bahwa mengeluarkan uang Rp 1 Miliar dalam 1 hari adalah hal wajar yang bisa dilakukan oleh para sosialita termasuk dirinya.

“Kehidupan sosialita itu bisa menghabiskan uang rP 1 Miliar dalam 1 hari. Begitu juga saya bisa melakukannya,” ungkap Dita.

Bagi Dita, apapun hal yang membuatnya nyaman dan ia menyukainya, uang bukanlah hal yang harus dipikirkan.

Mengoleksi tas, sepatu dan perhiasan menjadi salah satu kegemaran Dita.

Bahkan diakui oleh dirinya, saat membeli tas Hermes seri terbatas, dirinya akan membeli satu paket.

Dimulai dari tas ukuran besar untuk traveling, sedang untuk bepergian dan ukuran kecil untuk pesta.

Di mana-masing-masing yang ia beli rata-rata memiliki harga pada kisaran Rp250 juta.

Dita Soedarjo tnangan Denny Soemargo (Instagram/ditasoedarjo)

“Aku selalu milih tas yang enggak ada kembarannya. merek hermes lebih bagus. Apalagi yang seri ekslusif, kalau kita bosan, kita jual lagi kan masih banyak yang mau,” ungkap Dita.

Namun meskipun bergelimang harta, Dita dituntut oleh kedua orangtuanya untuk hidup mandiri dan sukses dengan jalan hidupnya sendiri.

“Ya sejak kecil aku dituntut untuk mandiri dan harus bisa sukses dengan jalanku sendiri,” ungkap Dita.