Artis yang nyaleg harus bisa edukasi pemilih soal program kerja

SELEBRITI- Banyak artis yang akan maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Artis dipercaya mempunyai modal popularitas yang bisa mempermudah dalam sosialisasi kepada para pemilih.

Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Erik Kurniawan menilai popularitas saja tak cukup. Artis harus memiliki visi misi dan program kerja yang jelas. Termasuk harus memiliki kecakapan politik. Dengan demikian demokrasi substansial dapat tercapai.

“Popularitas jadi magnet tersendiri tapi diproses awal ini hendaknya artis itu dibekali parpol dengan visi misi dan program kerja yang bagus sehingga ia menjadi semacam magnet baru. Jadi tidak hanya mengandalkan popularitas tapi juga mengandalkan kecakapan politiknya,” jelasnya di Media Center Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (25/7).

Erik mengatakan kehadiran artis di kancah politik ini harus mampu menjadi semacam brand baru partai. “Tapi bukan karena popularitasnya semata, tapi karena kecerdasan, karena kepeduliannya, karena empatinya yang tinggi. Jadi visi misi dan program kerja partai itu tersampaikan dengan baik ke pemilih. Salah satunya lewat artis,” jelasnya.

“Itu PR partai dan caleg artis ke depan harusnya mengedukasi pemilih terkait visi misi dan program kerja,” sambungnya.

Dalam proses yang sedang berlangsung ini, publik harus melihat apakah nanti muncul gagasan-gagasan baru dari caleg yang berlatar belakang artis ini. “Kalau itu muncul itu baik untuk proses demokrasi substansial kita. Tapi kalau itu enggak muncul hanya karena dia pelawak, hanya karena dia artis, hanya karena dia public figur, percayalah demokrasi subnstansial kita tak akan tercapai. Hanya berjalan di tempat. Tidak berkembang sama sekali,” tutupnya.