Pembunuh waria di Medan diiming-imingi jadi gigolo

KRIMINAL- Polisi mengungkap pembunuhan waria di Hotel 61, Jalan Iskandar Muda, Medan. Pelaku ternyata seorang pemuda yang diiming-imingi akan dijadikan gigolo.

Penyelidikan kasus pembunuhan ini hanya sekitar 14 jam sejak Budianto alias Ardila Putri (31) ditemukan tak bernyawa di kamar 361, Sabtu (7/7). Waria yang beralamat di Jalan Suratman itu dalam posisi tengkurap dan kakinya dilakban. Lehernya juga dililit kain.

“Dalam tempo waktu 14 jam, Tim Pegasus Unit Pidana Umum Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru mengendus keberadaan tersangka dan mengamankannya,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, Minggu (8/7).

Dia memaparkan, dari penyelidikan yang dilakukan, pembunuhan itu diduga dilakukan Des (21). Pria yang beralamat di Jalan Tanjung Raya Gang Persatuan, Deli Serdang ini terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Tim kemudian melakukan pengejaran ke arah Jalan Karya. Minggu (8/7) sekitar pukul 01.00 WIB, mereka melihat pria yang dicurigai tengah berada di depan Alfamidi Jalan Karya. Des pun ditangkap.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, berupa 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu, jaket warna abu abu, sepasang sepatu hitam putih, 2 unit HP milik korban, 1 koper hitam milik korban, dan dompet hitam milik korban.

“Dari hasil interogasi, tersangka mengakui telah melakukan perbuatan hubungan intim sebanyak 3 kali di hotel yang berbeda beda, dengan iming-iming akan dijadikan gigolo dan akan diberikan uang Rp 10 juta oleh korban. Kemudian korban mengajari tersangka dalam melakukan perbuatan seks untuk memuaskan nafsu korban,” jelas Putu.

Diduga kecewa dendam karena janji tak kunjung ditepati, Des kemudian membunuh korban di kamar 361 Hotel 61. Dia mencekik korban dengan melilit lehernya dengan kabel.

Petugas sempat membawa Des untuk mencari kabel yang digunakan untuk menjerat leher korban. “Tapi tersangka melakukan perlawanan, diberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan, kemudian dilakukan tindakan tegas terukur yang mengenai kaki tersangka sebanyak 5 peluru,” ungkapnya.

Saat ini, Des masih diproses dan menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Medan. “Tersangka kita kenakan Pasal 340 KUHP yaitu melakukan pembunuhan berencana,” jelas Putu.

Seperti diberitakan, Budianto alias Ardila Putri ditemukan tak bernyawa di kamar Hotel 61, Jalan Iskandar Muda, Medan, Sabtu (7/7) pagi. Dia diduga korban pembunuhan karena saat ditemukan, korban dalam posisi telungkup dan terikat. Tangan, kaki, dan mulutnya dilakban. Sementara lehernya terikat kain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *