Pertamina resmi ajukan surat pengelolaan Blok Rokan ke ESDM

LIFESTYLE- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerima proposal dari PT Pertamina (Persero) untuk mengelola Blok Rokan setelah kontraknya habis pada 8 Agustus 2021 mendatang.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, setelah melakukan pembukaan data Blok Rokan milik PT Chevron Pacific Indonesia, Pertamina melanjutkan aksinya dengan mengajukan proposal ke instansinya.

“Pertamina (sudah mengajukan resmi). Setelah open data kan ngajuin,” kata Djoko di Kantor Kementerian ESDM,¬†Jakarta¬†(4/7).

Dikutip dari surat yang dilayangkan Pertamina, perusahaan energi plat merah tersebut merencanakan kegiatan Enhance Oil Recovery (EOR) dengan berbagai metode mulai dari waterflood, steamflood maupun menggunakan bahan kimia atau chemical untuk menjaga dan meningkatkan produksi minyak, jika terpilih mengelola Blok Rokan.

Selain itu jika Blok Rokan jatuh ke Pertamina maka akan memperkuat kedaulatan dan ketahanan energi nasional, mengingat Rokan dapat menyumbang 25 persen dari produksi nasional, yang produksinya dapat didistribusikan manfaatnya keseluruh pelosok negeri.

Kemudian akan ada pengurangan impor minyak mentah dan peningkatan efisiensi pengadaan bahan baku minyak mentah bagi kilang dalam negeri mengingat seluruh minyak yang diproduksi blok Rokan akan diserap kilang dalam negeri sehingga berpotensi hemat devisa negara.

Djoko mengungkapkan, peminta Blok Rokan lainya yaitu PT Chevron Pacific Indonesia selaku operator Blok Rokan saat ini sudah melakukan presentasi pengembangan Blok Rokan setelah habis kontrak. Namun sampai saat ini perusahaan minyak asal Amerika Serikat tersebut belum mengajukan proposal resmi.

“Chevron itu presentasi hasil pembahasan sudah. Proposal resmi kita minta dalam minggu ini lah,” tandasnya.