Buku catatan AHY buat anggota DPR dari Demokrat

Seputar Ligacapsa – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti keliling Jawa Tengah selama satu minggu. AHY pun bawa sejumlah catatan ke Jakarta untuk dibicarakan bersama kadernya yang ada di DPR

AHY menjelaskan, dari sekian banyak daerah didatangi selalu mendengarkan keluhan persoalan ekonomi yang semakin sulit.

“Saya bertemu dengan berbagai jenis profesi, ada petani, nelayan, buruh, guru, pelaku UMKM, pedagang kecil, pengrajin, dan lain-lain. Mereka merasakan akhir-akhir ini terganggu dalam hal penghasilan dan daya belinya terjadi penurunan,” ujar AHY, Minggu (14/4).

Seperti halnya yang dicurahkan pelaku bisnis kayu lapis asal Wonosobo yang terpaksa merumahkan ratusan pegawainya karena sudah tidak mampu menanggulangi biaya produksi, operasional dan kebutuhan untuk menjamin para pekerjanya mendapatkan penghasilan dan gaji yang cukup serta layak.

“Dari sekian ribu menjadi hanya sekian ratus. Itu masih untung karena dianggap masih bisa survive dan tidak tutup pabrik,” terang dia.

Selain itu, persoalan lainnya kurang perhatiannya pemerintah dalam mengarahkan kemampuan bagi generasi muda.

“Saya melihat di sana-sini generasi muda Indonesia sebetulnya masih punya harapan. Kalau kita mengatakan anak muda sekarang itu skeptis, apatis, ataupun pesimis, tidak juga. Justru sebaliknya saya di sana sini melihat banyak energi yang berlimpah ruah. Tapi mereka kehilangan arah dalam arti bingung harus berbuat apa,” papar dia.

“Contohnya waktu itu ada yang bilang mas AHY kami ini bingung sekarang ini kompetisi semakin keras, pasar bebas, era serba digital. Kami tidak siap, tidak mampu untuk menyesuaikan diri,” sambung dia.

AHY mengatakan, telah mencatat seluruh permasalahan warga yang ditemuinya di setiap perjalanan di Jawa Tengah. Sepulang dari safari politik ini pun, ia akan membahas bersama perwakilan kader Demokrat yang duduk di DPR guna mencari solusinya.

“Jadi saya biasakan membawa buku catatan. Saya pun ingin memikirkan bagaimana masyarakat kita terus memiliki keterampilan-keterampilan yang relevan yang dibutuhkan di abad 21 ini,” tutup dia.