Sewa ruko berhenti, Abu Tours tidak lagi punya kantor di Samarinda

Seputar Ligacapsa – Kantor cabang Abu Tours, dipastikan tidak berkantor lagi di Samarinda, Kalimantan Timur. Pemilik ruko yang ditempati Abu Tours, bahkan telah mengembalikan uang sewa. Penyebabnya juga lantaran Abu Tours sedang dibelit kasus dugaan penipuan.

Pemantauan merdeka.com, sekitar pukul 14.30 WITA tadi, ruko berlantai tiga yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani No A10 itu, terpasang tulisan ruko dikontrakkan. Tulisan itu, sudah terpasang dalam 4 hari terakhir.

Wartawan juga mencoba menghubungi nomor pemilik ruko yang tertera dalam tulisan itu. Belakangan diketahui, meski masa sewa ruko hingga Oktober 2018, namun pemilik ruko menganggapnya Abu Tours tidak memperpanjang.

“Sudah habis. Kontraknya 2 tahun sampai Oktober 2018. Uangnya saya balikin seadanya saja. Memang awalnya bayar tunai ke kami,” kata pemilik ruko, Siti Arbi, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (13/4).

Siti menerangkan, Abu Tours sebagai penyewa, memang melakukan pola sewa per dua tahun. “Nanti mau diambil semua barang-barangnya, yang masih ada di dalam. Kunci belum diserahkan ke saya,” ujar Siti.

“Di dalam kantor di Samarinda, tersisa 3 unit komputer, 7 AC dan mebelair, memang menempati 1 lantai dari 3 lantai. Nyewa sejak Oktober 2016, dan baru benar-benar ditempati awal Januari 2018 kok,” tambahnya.

Siti memastikan juga, Abu Tours tidak menunjukkan tanda-tanda memperpanjang masa kontrak ruko. “Kalau perpanjang mesti 6 bulan sebelumnya. Ini kan tinggal beberapa bulan lagi, saya sudah anggap selesai,” ungkap Siti.

“Penyewa (Abu Tours) kan juga sedang bermasalah. Tapi intinya bahwa saya cuma menyewakan saja untuk kantor mereka,” sambungnya.

Sementara, dikonfirmasi merdeka.com, Kanit Ekonomi Khusus Satreskrim Polresta Samarinda AKP Nono Rusmana mengatakan, meski Abu Tours tidak lagi berkantor di ruko itu, sebelumnya, kepolisian telah mengamankan dokumen daftar calon jemaah Abu Tours.

“Ada sekitar 1.600 orang ya, itu pemberangkatan Februari-Januari. Yang bulan Maret kemarin, belum didaftar oleh mereka (Abu Tours),” kata Nono.

Soal laporan calon jemaah Abu Tours ke Polresta Samarinda, juga saat ini tengah diproses. “Kita cari tindak pidananya, sedang selidiki ada penipuannya atau enggak. Kalau soal penipuannya memang rata-rata ke pusat ya (kantor Abu Tours diĀ Makassar). Kita belum bisa lakukan penyitaan karena masih proses penyelidikan,” ujar Nono.

Diketahui, Senin (12/2) siang lalu, calon jemaah silih berganti mendatangi kantor Abu Tours di Samarinda. Mereka umumnya meminta pengembalian dana yang mereka setor. Sementara, kantor itu sejatinya sudah tidak beroperasi lagi.

Dari penjelasan Puspa, karyawati Abu Tours setempat, mereka tidak bisa berbuat banyak lantaran keuangan dikelola kantor pusat di Makassar. Abu Tours Samarinda sendiri, mengelola sekitar 1.700 calon jemaah Umrah dengan setoran Rp 16 juta-Rp 20 juta, baik asal Samarinda sendiri, maupun asal Tenggarong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *