Ketika Vivo menang banyak dari Apple dan Samsung soal fingerprint layar

Ketika Vivo menang banyak dari Apple dan Samsung soal fingerprint layar

Seputar Ligacapsa ~ Tahun lalu adalah tahun di mana desan smartphone berevolusi: dari yang awalnya mengusung rasio 16:9, kini layar diperbesar dengan rasio 18:9 dengan tombol home yang dibuang. Tampak depan smartphone masa kini akan selalu dipenuhi oleh layar.

Hal ini akan mengorbankan satu hal, yakni fingerprint sensor. Dua perusahaan yang menaruh fingerprint sensor mereka di tombol home, Samsung dan Apple, harus putar otak untuk tetap bisa mendapat desain bezel-less yang trendy, namun memiliki sistem otentikasi biometrik untuk keamanan.

Solusi pertama, menerapkan fitur revolusioner berupa fingerprint layar. Dirumorkan, Apple dan Samsung keduanya mengkondisikan untuk fitur ini bisa disematkan di Samsung S8 dan iPhone edisi baru yang ketika itu masih belum memiliki nama resmi (iPhone X).

Nyatanya, tak ada yang berhasil. Samsung memindahkan fingerprint sensornya tepat di sebelah kamera belakang untuk Samsung S8, serta Samsung Note 8 beberapa bulan kemudian. Perubahan ini dikritik karena alih-alih memindai sidik jari, pengguna lebih sering tak sengaja mengusap lensa kamera hingga kotor. Hal ini membuat asumsi bahwa pemindahan fingerprint sensor ke bagian belakang smartphone akan merusak desain.

Apple pun mencamkan baik-baik asumsi tersebut. Perusahaan besutan Tim Cook tersebut tidak meletakkan Touch ID di belakang. Alih-alih, Apple mengganti Touch ID dengan Face ID, sebuah fitur pengenalan wajah 3D yang tak bisa dipungkiri sangat canggih dan revolusioner. Bisa ditebak bahwa sebelumnya Apple gagal merengkuh fitur fingerprint layar, namun pada akhirnya mengembangkan fitur lain yang sebenarnya jauh lebih canggih.

Hal ini berlalu begitu saja dan Apple sepertinya jauh lebih tertarik mengembangkan Face IDmiliknya untuk saat ini.

Munculnya Vivo dalam persaingan

Namun jika kita menggali berita-berita lama, ternyata ada juga perusahaan yang mengusahakan untuk memiliki fitur fingerprint layar. Ialah Vivo. Perusahaan asal China yang sering menawarkan smartphone dengan kemampuan selfie.

Terhitung sejak Juni tahun lalu, Vivo sudah gembar-gembor bahwa produsen smartphone tersebut akan jadi yang pertama mengusung teknologi fingerprint under display atau pemindai sidik jari bawah layar. Teknologi tersebut akan dipamerkan pada akhir Juni 2017, di acara Mobile World Congress Shanghai.

Di gelaran tersebut, Vivo baru hanya memamerkan kalau mereka punya teknologi bernama Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solution, tanpa memamerkannya kemampuan aslinya secara nyata. Ketika itu, diklaim bahwa Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solution mampu melakukan penetrasi pemindaian sidik jari hingga menembus 800 nanometer dari bahan kaca dan 525 nanometer dari bahan aluminium.

Ketika itu, masyarakat masih belum percaya. Vivo masih belum memamerkan secara nyata teknologi tersebut dan masih hanya menyebut klaim. Berdasarkan rilis resmi dari Vivo, ketika itu Vivo menyebut bahwa ia menggandeng Qualcomm untuk teknologi fingerprint layar tersebut.

Kemenangan Vivo atas Apple dan Samsung

Sampai pada akhirnya bulan Desember lalu, sebuah perusahaan hardware di San Jose bernama Synaptics, mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi massal sebuah teknologi sensor sidik jari dalam layar, dan mereka menyebut bahwa sudah ada mitra besar yang akan terlibat.

“Mitra besar” yang dimaksud Synaptics ini terungkap pada gelaran CES 2018 kali ini. Vivo jadi yang pertama di industri smartphone yang secara resmi mengumumkan dan memamerkan teknologi fingerprint layar. Dan benar, Vivo menggunakan chip Synaptics (bukan Qualcomm).

Hal ini pun sama sekali bukan omong kosong, para pengunjung CES 2018 bisa mencoba sendiri keajaiban pemindaian sidik jari langsung di layar dan tanpa perlu tombol khusus.

Akhirnya, Vivo jadi juara yang tak disangka dari pertarungan fingerprint bawah layar yang awalnya hanya dipertarungkan oleh Samsung dan Apple. Rilisnya teknologi ini pun tepat di momen CES, di mana tanggal perhelatan CES berada setelah perilisan 2017 Apple pada September dan sebelum rilisan 2018 Samsung yang biasanya mengambil waktu bulan Februari. Jadi, Vivo terlihat merajai untuk saat ini.

Namun hal ini belum mutlak. Siapa tahu, Samsung pada gelaran MWC 2018 bulan depan, akan menggandeng Synaptics juga dan menyematkan fingerprint sensor serupa di Samsung S9. Sementara Apple masih dengan euforia iPhone X mereka, tentunya Face ID masih jadi prioritas meski para Apple Fanboy tentu akan menuntu Apple akan memberi fitur serupa di iPhone 2019.

Jika Vivo saja bisa, sepertinya teknologi semacam ini tak akan jadi milik Apple dan Samsung saja. Mungkin saja perusahaan seperti OnePlus, Xiaomi, dan Huawei, kesemuanya akan terjun di fitur fingerprint layar ini, dan fitur ini akan jadi lebih mainstream.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *