Google Kena Gugat Gara-Gara Tudingan Curi Teknologi Speaker Sonos

LIGACAPSA     Perusahaan teknologi Sonos mengajukan dua tuntutan terhadap Google. Google dituding melakukan pelanggaran hak cipta.

Mengutip laman The Next Web, Kamis (9/1/2019), Sonos menuding Google menggunakan lima patennya untuk mengembangkan produk speaker-nya sendiri.

Sonos meminta agar semua perangkat Google yang menggunakan teknologinya, termasuk di antaranya smartphone, laptop, dan speaker dilarang beredar.

Berdasarkan laporan The New York Times, Sonos mengajukan satu gugatan ke pengadilan federal dan ke Komisi Perdagangan Internasional AS.

Tulang punggung gugatan tersebut adalah klaim Sonos bahwa Google mencuri teknologinya, saat kedua perusahaan bermitra tahun 2013.

Pada saat itu, niat Google adalah untuk membangun layanan musiknya agar bisa bekerja bersama dengan speaker multiruang Sonos. Agar rencana ini bisa dieksekusi, Sonos memberikan blueprint paten teknologi mereka.

Google malah membawa teknologi ini di produk smart speaker mereka dan menjual dengan harga yang murah.

Sonos Move

Ada kekhawatiran bahwa kekuatan Google sebagai raksasa pencarian raksasa bakal mempengaruhi performa bisnis Sonos, jika masalah ini diumumkan secara publik.

Google telah secara terang-terangan dan secara sadar menyalin teknologi kami yang dipatenkan. Terlepas dari upaya kami yang berulang dan ekstensif selama beberapa tahun terakhir.

Google belum menunjukkan kesediaan kerja sama kami dalam solusi yang saling menguntungkan. Kami tidak punya pilihan selain mengajutan tuntutan hukum,” kata CEO Sonos, Patrick Spence, dalam pernyataannya.

Namun masalah bagi Sonos, Google Home bukanlah produk speaker, namun perpaduan antar layanan Google dan produk konsumen.

Speaker pintar

Google mampu merilis speaker murah dan kemudian mengganti kerugiannya melalui jumlah data yang dikumpulkan lewat speaker-speaker tersebut.

Pihak Google diwakili oleh juru bicaranya, Jose Castaneda, mengatakan selama bertahun-tahun, Google terus berkomunikasi dengan Sonos mengenai hak paten.

“Kami kecewa karena Sonos membawa masalah ini ke jalur hukum, alih-alih negosiasi dengan niat baik. Kami Kami membantah klaim ini dan akan membela diri,” kata Google dalam keterangan yang diberikan Castaneda.