Dendam, Pedagang Emas di Tenggarong Ajak 3 Siswa SMA Rampok Toko Saingan

LIGACAPSA –   Satreskrim Polres Kutai Kartanegara berhasil mengamankan tiga remaja di bawah umur yang masih berstatus pelajar SMA. Ketiganya ditangkap usai berusaha merampok sebuah toko emas di Kota Tenggarong.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Andrias Susanto Nugroho menjelaskan, ketiga remaja ini diajak seorang pemuda bernama Muhammad Rizki Yahya (22) untuk merampok toko emas di sekitar kawasan Pasar Tangga Arung, Tenggarong.

“Percobaan perampokan yang dilakukan empat orang, tiga pelaku berhasil kita amankan dan satu masih melarikan diri,” kata Andrias kepada wartawan, Jumat (31/7/2020).

Upaya perampokan dilakukan pada Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 08.30 WITA saat sebuah toko emas baru buka. Berbekal air soft gun dan senjata tajam, mereka lalu melompat ke etalase toko.

“Saat itu pemiliknya melihat pelaku dan langsung berteriak. Dari empat orang itu akhirnya berusaha kabur, namun satu pelaku berhasil diamankan,” kata Andrias.

Saat kejadian, kondisi sekitar toko cukup ramai karena merupakan kawasan pertokoan. Teriakan pemilik toko membuat warga sekitar mendekat sehingga para pelaku memilih kabur.

“Pelaku kabur karena melihat massa yang cukup banyak dengan menggunakan mobil Honda Brio,” tambah Andrias.

Tiga siswa SMA ini bertugas sebagai eksekutor yang langsung merampok ke toko emas. Sedangkan Rizki Yahya yang merupakan otak dari perampokan menunggu di mobil.

Polres Kutai Kartanegara langsung berkoordinasi dengan Polres se-Kaltim untuk melakukan pengejaran. Setiap polres lalu melakukan penyekatan hingga terdeteksi mobil pelaku berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pelaku utama menurunkan dua siswa SMA di wilayah Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara kemudian melanjutkan pelariannya ke arah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sempat terjadi kejar-kejaran di jalan raya hingga akhirnya mobil pelaku hilang kendali dan menabrak posko Covid-19 di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

“Pelaku melarikan diri ke dalam hutan dan kami minta yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri,” kata Andrias.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tiga pelaku yang sudah tertangkap, ada motif dendam di balik upaya perampokan ini. Apalagi Muhammad Rizki Yahya, otak perampokan, punya permasalahan sebelumnya dengan toko yang hendak dirampok.

“Satu pelaku yang belum tertangkap ini pernah cekcok mulut dengan toko emas yang dirampok ini,” sebut Andrias.

Rizki Yahya juga diketahui merupakan pedagang emas yang memiliki toko tak jauh dari lokasi perampokan.

“Meski demikian masih kita dalami lagi motifnya setelah pelaku utama tertangkap,” tambah Andrias.

Sebelum merampok, keempat kawanan ini sempat melakukan perencanaan di sebuah tempat. Upaya perampokan, seperti pengakuan pelaku, sudah dirancang dengan sangat baik termasuk bagi hasil perampokan nantinya.

“Masing-masing pelaku akan diberikan Rp50 juta. Dari pengakuan sementara, ketiga pelaku di bawah umur ini diberikan uang muka sebesar Rp200 ribu untuk ongkos bensin,” sebutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *