Curi Uang Majikannya Asal Jepang, Waria di Bali Bawa Kabur Rp 146.598.000

LIGACAPSA – Seorang Wanita Pria (Waria) bernama I Wayan Suwistra alias Ari Dewi (32) ditangkap oleh kepolisian Polsek Ubud, Gianyar, Bali. Dia diamankan karena mencuri uang majikannya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang bernama Fusoko Ishii (56).

“Iya, bule (Jepang) itu bosnya. Yang bersangkutan dua kali dari pengakuannya mencuri,” kata Kapolsek Ubud, AKP I Gede Sudyatmaja di Gianyar, Bali, Rabu (5/8).

Kronologinya, pada Rabu (29/7) lalu, sekitar pukul 10:00 Wita bertempat di Haugan House, Banjar Bentuyng, Ubud Gianyar, Bali, korban mengecek uang yang disimpan di dalam tas dan dompetnya.

Namun, korban kaget melihat amplop yang berisi uang dirobek. Setelah dicek, uangnya hilang sebanyak 58 lembar pecahan 10.000 Yen atau Rp 80.214.000. Sebelumnya pada Sabtu (25/7) lalu, korban juga kehilangan sebesar 48 lembar pecahan 10.000 YEN atau Rp 66.34.000, sehingga total kerugian Rp 146.598.000.

“Akibat dari kejadian tersebut korban melaporkannya ke Polsek Ubud untuk dilakukan proses hukum,” jelas Sudyatmaja.

Lewat laporan itu, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 09:00 Wita. Kemudian, berdasarkan hasil interogasi terhadap korban melakukan lidik kepada seorang laki-laki yang bekerja kepadanya.

Selanjutnya, pada hari itu juga pihak kepolisian menemui pelaku di rumahnya di Penestanan Klod Ubud, Gianyar, Bali. Kemudian, pelaku interogasi hingga akhirnya mengakuinya.

“Akhirnya yang bersangkutan mengakui perbuatannya mengambil uang korban dan uang Yen yang diambil ditukar di money changer,” terangnya.

Kemudian, uang yang sudah ditukarkan ke money changer sebanyak 23 lembar atau Rp 23.774.000. Sementara, untuk barang bukti yang diamankan 1 unit sepeda motor merek Scoopy warna Merah Hitam DK 6199 KAU, uang tunai sebanyak Rp 30.000.000.

“Selanjutnya, tim lidik mengamankan yang bersangkutan beserta barang buktinya untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Kerugian (korban) Rp 146.598.000,” tutup Sudyatmaja.