Berkenalan Melalui Aplikasi HER, Empat Perempuan Diduga Melakukan Pembunuhan

LIGACAPSA – Empat remaja perempuan diduga menjadi tersangka pembunuhan terhadap sopir taksi online. Diketahui, mereka saling mengenal melalui aplikasi kencan bernama HER.

Tersangka diketahui berinisial ERS (15), TCG (19), AS (20) dan KSA (18). Sedangkan korban bernama Samiyo Basuki Riyanto. Peristiwa pembunuhan terjadi di Kampung Leuleuweungan Lebak Saat, Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

“Mereka saling berkenalan di aplikasi HER. Aplikais khusus dating dan chating,” kata Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, Senin (27/4).

Kasus ini terungkap berawal dari penemuan mayat di sebuah jurang di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada 30 Maret 2020. Dari penyelidikan diketahui korban merupakan sopir taksi online.

Lalu, pihak kepolisian mendapatkan petunjuk mengenai tersangka setelah mereka terlibat kecelakaan di wilayah Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tersangka menggunakan mobil Datsun Go berpelat nomor B 1313 KRX yang diketahui milik korban yang dibawa kabur.

“Karena tidak ada yang bisa menyetir, akhirnya mobil mengalami kecelakaan. Kebetulan ada rekaman CCTV yang memperlihatkan adanya kecelakaan. Dari situlah, petugas akhirnya mendapatkan identitas pelaku,” ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal saat ERS dan TCG memesan angkutan online yang dikendarai korban dengan tujuan Pangalengan Kabupaten Bandung dari kawasan Jakarta. Karena lokasi tujuan jauh, mereka sepakat diantar mode off line dengan ongkos Rp 1.700.000.

Mereka kemudian menjemput AS di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor. Setelah sampai di Pangalengan melalui Tol Cipularang, mereka menjemput KSA.

Niat melakukan pembunuhan terjadi saat mereka kebingungan untuk membayar ongkos. ERS kemudian mengambil kunci inggris yang ada di dalam mobil dan menghantamkannya ke bagian kepala korban.

Korban tidak bisa melakukan perlawanan karena dibekap dan dipegang dari belakang oleh KSA. AS membantu mereka membuang jenazah korban ke tebing. Sedangkan TCG berperan membuang semua barang bukti.

“Kepala korban dipukul oleh pelaku sebanyak delapan kali sampai akhirnya meninggal dunia. Kemudian korban dibuang ke jurang di Pangalengan,” pungkasnya.