Batal Datangkan Artis K-Pop, Olive Lee Kehilangan Rumah dan Mobil Mewah

LIGACAPSA    Selain sibuk sebagai presenter, Olive Lee juga memiliki aktifitas lain di panggung hiburan nasional. Sudah beberapa tahun terakhir, ia menggeluti profesi sebagai promotor musik.

Sebagai promotor musik, Olive Lee berusaha mendatangkan musikus yang sedang digandrungi masyarakat, khususnya Korean Pop (K-Pop). Tak heran, Olive Lee banyak melakukan komunikasi dengan artis-artis Negeri Ginseng.

Profesi sebagai promotor musik, diceritakan Olive Lee, awalnya sangat menguntungkan dan menantang. Apalagi jika ia bisa mendatangkan artis K-Pop yang sedang populer di kalangan pecinta musik K-Pop di Indonesia.

Sayangnya, hal itu tak dirasakannya di tahun 2020. Memasuki era pandemi, Olive Lee justru mempertaruhkan pundi-pundi yang dimilikinya karena minimnya aktifitas menggelar konser musik yang diakibatkan wabah corona Covid-19.

Diakui Olive Lee, ia sudah melobi artis K-Pop untuk tampil di Indonesia. Ia sampai mengucurkan dana tak sedikit untuk mengundang artis tersebut tampil di Jakarta. Namun pandemi menggagalkan rencananya, Olive Lee harus menelan kerugian cukup besar.

Kemarin gue rugi tuh jadi investor penyanyi Korea. Hilang duit gue nggak balik sampai Rp 2 miliar, sama 1 rumah, sama 1 mobil selama corona,” ujar Olive Lee saat dihubungi via telepon, Sabtu (5/9/2020).

Olive Lee diketahui memiliki banyak rencana bisnis yang berkaitan dengan industri K-Pop. Salah satunya, selain promotor musik K-Pop, ia juga ingin membuka sekolah yang alumninya bakal disalurkan ke industri hiburan Korea.

Sebenernya saya awalnya mau buat sekolah K-Pop buat nyalurin bakat-bakat orang-orang yang jago dance,” kata Olive Lee.

Beruntung Olive Lee tetap aktif menjalankan bisnisnya meski mengalami kerugian besar, yakni kehilangan rumah dan mobil mewah. Salah satu bisnis yang sedang dijalankannya yakni pewangi tubuh atau parfum. Ia baru saja mengeluarkan produk parfum yang diberi nama A.dore

Corona bikin bangkrut, gagal jadi promotor Korea, kini aku beralih ke bisnis lain. Berubah ke bisnis parfum karena bisa long term dan belum banyak yang ngelirik, persaingannya lingkupnya dikit,” Olive Lee memungkasi.