Alasan Gubernur Bali Belum Berlakukan Lokal Lockdown

LIGACAPSA – Gubernur Bali Wayan Koster menerangkan belum menerapkan lockdown lokal seperti yang dilakukan oleh beberapa daerah lainnya.

Ia mengatakan, bahwa untuk menerapkan lockdown lokal pihaknya menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat. “Kami menunggu arahan dan kebijakan dari Pemerintah Pusat sesuai dengan arahan dan kebijakan Bapak Presiden,” kata Koster, di Denpasar, Bali, Sabtu (28/3).

Kendati tidak melakukan lockdown lokal, pihaknya memberlakukan kebijakan untuk membatasi pergerakan warga untuk mengantisipasi virus corona atau Covid-19.

“Walaupun kami belum memberlakukan kebijakan local lockdown secara total. Kami sudah secara maksimal membatasi pergerakan warga keluar dari rumahnya dengan mengeluarkan Wib agar bekerja di rumah, belajar di rumah (dan) dilarang keluar. Kecuali, untuk keperluan yang betul-betul mendesak atau karena memiliki kepentingan secara khusus,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau warga tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian dan juga melarang pusat-pusat hiburan yang saat ini ada sejumlah di Kabupaten dan Kota se-Bali untuk beraktivitas.

“Kami (juga) meminta atau menghimbau menunda rencana berangkat ke Bali atau keluar Bali. Agar pergerakan masuk dan keluar warga dari Bali dan luar Bali ini betul-betul bisa dikendalikan. Sehingga resiko terhadap penyebaran Covid-19 ini betul-betul biasa dikelola dengan baik dan dibatasi. Jadi kami belum melakukan lockdown,” jelas Koster.

Selain itu, pihak juga mengeluarkan Wib agar membatasi seluruh kegiatan termasuk kegiatan adat dan agama.

“Kami sudah mengeluarkan imbauan bahwa kegiatan adat dan agama itu maksimum 25 orang. Kalau lebih dari itu maka kami sudah menugaskan desa adat dengan pecalangnya untuk membatasi kegiatan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, saat hari Ngembak Geni satu hari setelah Hari Raya Suci Nyepi pada Kamis (26/3) lalu Wib itu juga efektif dan banyak warga yang tidak keluar rumah.

“Kemudian juga pada saat tanggal 26 Maret yang lalu. Kami dibantu oleh aparat kepolisian sehingga betul-betul warga itu disiplin tidak keluar rumah dan sampai sekarang juga kami mengikuti perkembangan di lapangan,” ujarnya.

“Itu warga yang keluar rumah sangat jarang. Dimana jalan-jalan diseluruh wilayah Bali sepi, juga tempat-tempat supermarket misalnya sepi pengunjung, rumah makan sepi pengunjung. Jadi betul-betul himbauan yang kami berikan ini mengurangi aktivitas diluar rumah dan betul-betul berjalan dengan baik,” ujar Koster.