7 Penelitian Penting di Balik ‘Jijiknya’ Urin Manusia

LIGACAPSA–¬†Urin adalah sesuatu yang tentu tak ingin disimpan, justru kita setiap saat akan membuangnya. Namun, urin punya penggemar sendiri yakni para ilmuwan.

Berbagai penelitian dan mimpi digantungkan oleh para ilmuwan dengan medium urin. Berbagai hal tentang urin pun ternyata penting dan sama sekali tak membosankan.

Berikut beberapa penelitian penting di balik jijiknya urin manusia, melansir Listverse.

1 dari 7 halaman

1. Uji Coba Urin Kolam Renang

Tak bisa dimungkiri kalau banyak orang yang suka buang air kecil di kolam renang. Urin sendiri tak berbahaya. Namun ketika urin bereaksi dengan deretan senyawa kimia yang ada di kolam renang, hasilnya bisa berbahaya.

Akhirnya, pengelola kolam renang harus tahu seberapa banyak kandungan urin yang ada di dalam kolam renang agar tak berubah jadi kolam beracun.

Hal ini akhirnya jadi objek penelitian dari ilmuwan ahli racun (toksikologis) dari Kanada. Ia menemukan cara untuk melacak banyaknya urin di dalam kolam renang.

Cara yang ditempuh, pertama ia menganalisis senyawa kimia apa yang tak berubah ketika bercampur dengan air, lalu mencampur sampel air kolam dengan pemanis buatan. Ketika dibedah kembali air tersebut, akan terlihat berapa konsentrasi urin.

Terlihat, setiap kolam mengandung 30 hingga 75 liter urin, tergantung ukurannya. Mengerikan bukan?

2 dari 7 halaman

2. Database Urin

Urin adalah senyawa kimia yang luar biasa runit untuk diteliti. Ilmuwan menyebut bahwa terdapat 3.000 senyawa dalam urin.

Senyawa ini muncul dari pertumbuhan bakteri, sedikitnya ada 72, lalu dari tubuh, ada hampir 1.500, serta dari luar, yang ada lebih dari 2 ribu.

Komposisi urin dari tubuh ini berasal dari apa yang kita konsumsi: obat-obatan, kosmetika, serta paparan lingkungan seperti polusi.

Nah dengan banyaknya ini, secara detil para ilmuwan toksikologi telah menaikkan ribuan senyawa unik ini di database online sehingga bisa diakses oleh siapapun yang tertarik.

Dengan ini, pasien atau pengidap berbagai penyakit bisa diidentifikasi tak lagi lewat darah saja, namun dengan urin.

3 dari 7 halaman

3. Durasi Urin

Pada tahun 2014 silam, para ilmuwan mencoba menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi mamalia untuk buang air kecil.

Tim periset datang di kebun binatang di Atlanta dan melakukan riset mudah seperti dengan menonton Youtube. Dan akhirnya ilmuwan mendapatkan kesimpulan bahwa mamalia dengan ukuran lebih besar dari tikus akan kencing selama 21 detik.

Uniknya, teori ini tak mempedulikan ukuran binatangnya. Gajah dan kucing akan kencing dalam waktu yang sama meski yang dikeluarkan jauh berbeda. Gajah kencing sebanyak 18 liter, dan kucing hanya beberapa sendok teh saja.

Menurut ilmuwan, hal ini dikarenakan rasio panjang kali lebar uretra selalu sama di semua mamalia, yakni 18. Hal ini membuat waktu kencing semua mamalia sama.

4 dari 7 halaman

4. Kebelet Pipis Buat Kita ‘Jago’ Bohong

Berdasarkan penelitian tahun 2015, disimpulkan bahwa seseorang akan makin lihai dalam berbohong ketika mereka menahan pipis.

Dalam penelitian tersebut, 22 partisipan diberikan sedikit atau banyak minuman untuk dikonsumsi. Mereka diminta menunggu selama sejam, lalu diperintah untuk menyelesaikan sebuah survei dan berbicara kepada panel. Sebuah catatan, mereka dilarang ke kamar mandi.

Para peserta dicecar berbagai pertanyaan soal moral dan sosial, di mana mereka terpaksa berbohong jika penanya punya sudut pandang yang berbeda dari mereka.

Akhirnya, disimpulkan dari mereka yang ‘kebelet pipis’ melontarkan deretan kebohongan epik yang meyakinkan, serta tampak sangat jujur hingga tak terlihat bohong.

Ilmuwan menjelaskan bahwa wilayah kognitif otak tidak terpisah, di mana efek penghambatan atau efek ‘kebelet’ ini membuat kontrol diri lebih baik sehingga berpengaruh kepada kemampuan berbohong.

5 dari 7 halaman

5. Pupuk Urin

Dalam rangka menghemat air dan menyuburkan tanaman, seorang ilmuwan menyarankan sebuah panti untuk memerintahkan anggotanya untuk pipis di tumpukan jerami, dan para wanita di botol.

Tumpukan jerami ini adalah metode pembuatan kompos, di mana kencing adalah treatment yang tepat karena uring adalak aktivator kompos dan penuh nitrogen. Soal hemat air, tentu ketika pipis tidak dilakukan di toilet, penyiramanjadi jarang dilakukan dan makin hemat air.

6 dari 7 halaman

6. Pupuk di Luar Angkasa

Lagi-lagi soal pupuk, namun kali ini hubungannya dengan antariksa. Ide soal urin muncul karena ketika uji coba menanam tanaman di permukaan Mars mulai dilakukan, pupuk akan terlalu jauh untuk dikirimkan dari Bumi.

Satu-satunya cara adalah dengan mengkreasi pupuk dari urin astronot. Hal ini pun berhasil dikembangkan oleh German Aerospace Center yang mencoba menggabungkan air urin dengan batuan volkanik Mars yang disebut mengandung bakteri yang mampu mengubah urin menjadi pupuk, seperti nitrit dan garam nitrat.

Hal ini tentu masih belum dikembangkan lebih lanjut. Pasalnya, berbagai hal harus dilakukan. Mulai dari melakukan simulasi gravitasi Mars hingga melakukan simulasi tanah dan udara di Mars.

7 dari 7 halaman

7. Pembangkit Listrik Tenaga Urin

Pada penelitian yang digelar tahun 2015 silam, para ilmuwan menggunakan urin untuk menghasilkan listrik.

Teknologi ini diberi nama Microbial Fuel Cells, yang menggunakan berbagai organisme yang bisa tumbuh subuh pada bahan organik. Dengan ini urin memungkinkan mikroba untuk makan dan tumbuh subur.

Dalam percobaannya, bioteknologi berbasis urin ini telah mampu mengisi baterai smartphone dan juga menyalakan lampu.

Jika dikembangkan dalam skala besar, terdapat harapan terhadap daerah pedesaan yang tak selalu tersedia listrik untuk bisa teraliri listrik. Begitu pula dengan daerah berncana juga kamp pengungsian.