7 Kandungan Aneh yang Ada di Tubuh Kita, Alkohol dan Racun pun Ada!

LIGACAPSA – Tubuh kita adalah sebuah ‘mesin’ yang rumit nan menakjubkan. Anatomi tubuh kita tidak serta merta begini, namun berdasarkan ribuan tahun adaptasi lingkungan mengikuti kondisi Bumi kita.

Kecanggihan dalam bidang kesehatan sendiri telah mengungkap berbagai misteri dalam tubuh kita. Namun, misteri ini

tak akan pernah berhenti, seraya ilmu pengetahuan baru muncul mengungkap soal tubuh kita.

Nah, salah satu aspeknya adalah kandungan dalam tubuh kita yang jika berdiri sendiri, kerapkali adalah material yang

tak seharusnya masuk dalam tubuh kita.

Katakanlah racun hingga elemen radioaktif.

Namun, ini adalah elemen penting yang tubuh kita butuhkan. Jika tidak ada, justru bahaya yang akan mengancam.

Berikut deretan penjelasannya. Melansir Listverse, simak yuk!

Minuman beralkohol adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Hal ini membuat alkohol dan manusia punya ikatan erat. Namun ternyata, manusia bisa menghasilkannya sendiri.

 

Etanol adalah alkohol alami, di mana pembuatannya dilakukan dengan cara fermentasi bahan organik. Nah, hal ini juga terjadi di tubuh manusia.

Tepatnya, karena populasi bakteri di mulut dan usus mampu menghasilkan etanol secara endogen. Hal ini dilakukan lewat fermentasi karbohodrat seperti gula di saluran pencernaan.

Jadi, alkohol di tubuh manusia, terjadi setiap saat. Jumlahnya yang masuk dalam darah, adalah 0,8 miligram per liter darah.

adalah zat yang tidak stabil, yang cenderung hancur jadi molekul sederhana dalam hitungan menit. Oleh karena itu, gas ozon di atmosfer akan berkurang karena penyebab tertentu, yang di antaranya adalah aktivitas manusia.

 

Meski demikian, tubuh manusia ternyata berkontribusi. Sudah lama ilmuwan menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh manusia menghasilkan ozon sebagai cara untuk memerangi ancaman biologis.

Ozon dalam tubuh manusia sendiri adalah hasil perubahan molekul oksigen berenergi tinggi oleh antibodi yang

digunakan untuk menghilangkan bakteri dan jamur yang masuk ke tubuh.

Sianida kita ketahui sebagai senyawa kimia yang sangat beracun, dan mampu membunuh dalam waktu singkat lewat
dihadangnya respirasi di tingkat sel.

 

Ini adalah racun yang telah lama digunakan untuk membunuh, kisahnya sudah tercatat selama berabad-abad hingga di waktu modern.

Namun secara mengejutkan, sianida ada dalam tubuh kita secara alami. Hal ini melalui proses kimiawi dalam air liur yang menghasilkan gas sianida dalam tenggorokan, lalu keluar saat menghembuskan nafas.

Disebut, orang sehat mengandung 50 mikrogram (satu mikrogram sama dengan sepersejuta gram) dalam 100 gram jaringan tubuh.

Senyawa ini tidak menumpuk, namun diproses di hati dan diekskresikan lewat urin, atau dihembuskan lewat

karbondioksida yang keluar dari paru-paru kira.

Nah, jumlah kecil sianida dalam tubuh tak akan membunuh. Karena butuh 0,1 gram sianida untuk membunuh orang dengan berat 70 kilogram. Dalam tubuh kita, ada sianida dalam hitungan mikrogram dan diekskresi dengan baik.

jenis radiasi dalam jumlah berlebih adalah hal yang berbahaya. Seperti radiasi ultraviolet saja dapat membakar kulit kita dan kerap jadi penyebab kanker kulit.

 

Namun elemen semacam ini justru ada dalam tubuh kita. Ialah thorium, logam berat yang biasa kita temukan dalam perangkat elektronik. Selain itu juga uranium, yang kerap jadi inti reaktor nuklir dan senjata pemusnah masal.

Nah, elemen-elemen ini hanya ada dalam ukuran mikrogram, dan ada dalam tubuh kita karena menumpuk dari makanan. Dalam beberapa hari, senyawa ini akan diekskresi tubuh.

Sumbernya, biasanya adalah sayur yang tidak dicuci, serta air.

Senyawa dalam daftar ini tak selalu berbahaya, ada juga yang berharga. Pasalnya, ada logam mulia dalam tubuh Anda.

Pertama, ada emas. Rata-rata manusia memilii emas dalam tubuhnya, di mana 0,2 miligram emas larut dalam darah. Kedua, ada perak yang memang tidak beracun, dan kerap ada dalam makanan sehingga terkonsumsi.

Ilmuwan juga menyebut bahwa kotoran manusia mengekskresi jumlah besar logam mulia, mulai dari tembaga, perak, vanadium, dan emas. Disebut bahwa kotoran satu juta orang akan bernilai 13 juta Dollar.

Tubuh kita ternyata juga menghasilkan senyawa obat-obatan yang terkenal terlarang. Salah satunya adalah endocanabinoid, molekul yang mirip dengan bahan kimia ganja.

Otak kita juga menghasilkan endorfin, senyawa penghilang rasa sakit yang serupa dengan morfin.

Otak manusia bahkan secara teratur menghasilkan senyawa DMT atau dimethyltryptamine, yang sifatnya halusinogenik tingkat tinggi. Disebut, otak menghasilkan senyawa ini kala tidur nyenyak atau sakaratul maut.

Sudah diketahui sejak lama bahwa tubuh manusia memancarkan radiasi cahaya. Panas dari tubuh kita memproduksi cahaya inframerah yang tak kasat mata.

Bahkan, dibuktikan lebih lanjut bahwa tubuh kita memancarkan cahaya.

Pada 2009 lalu, seorang ilmuwan dari Tohoku Institute of Technology Jepang, meneliti soal bioluminescence, yang

merupakan kemampuan tubuh manusia memancarkan cahaya.

Ia merekrut lima orang dan memotret tubuh telanjang mereka selama 20 menit setiap tiga jam, selama tiga hari. Foto diambil dengan kamera yang sangat sensitif cahaya.

Hasilnya, terdapat bagian tertentu dari tubuh yang menghasilkan cahaya, seperti leher dan kepala. Bahkan, tubuh manusia mencapai kecerahan maksimum di pukul empat sore.

Sang ilmuwan percaya bahwa bioluminescence tersebut dihasilkan oleh molekul kecil bernama fluorofor, yang

memancarkan foton setelah berinteraksi dengan elektron yang dilepaskan oleh respirasi sel.

Namun tentu saja, cahaya ini terlalu lemah untuk kita lihat.