4 Dampak Negatif Memakai Pakaian Ketat pada Kesehatan Tubuh

LIGACAPSA  –    Dampak negatif memakai pakaian ketat dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tekanan yang berlebihan secara terus-menerus akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh.

Walaupun memakai pakaian yang ketat terkadang bisa membuat kamu tampil lebih modis, kebiasaan ini

bisa menekan sistem limfatik atau saluran getah bening, sistem pembuluh darah, organ dalam tubuh,

otot, jaringan ikat lain, dan saraf tertentu.

Dampak negatif memakai pakaian ketat dapat memengaruhi kondisi sirkulasi udara dalam tubuh, masalah perut, atau bahkan gangguan kulit.

Sebenarnya memakai pakaian ketat itu sah-sah saja, tapi usahakannya jangan menggunakannya secara terus-terusan.

Berikut  rangkum dari berbagai sumber, Jumat (14/2/2020) tentang dampak negatif memakai pakaian ketat

Dampak negatif memakai pakaian ketat yang pertama adalah dapat menyebabkan masalah pada perut. Hal ini berkaitan dengan pemakaian ikat pinggang yang terlalu ketat.

Gejala yang paling terlihat dari pemakaian ikat pinggang yang ketat adalah gangguan proses pembersihan lambung. Pada saat menggunakan ikat pinggang, lambung membutuhkan sekitar 81 detik untuk

mengosongkan isi lambung. Sedangkan, ketika seseorang tidak memakai ikat pinggang dan tanpa tekanan sama sekali, hanya membutuhkan 21 detik untuk menyelesaikan proses ini.

Suatu penelitian yang melibatkan penderita esophagus, menunjukkan bahwa orang yang tidak

menggunakan ikat pinggang dan tidak mendapatkan tekanan pada perut dan sekitar lingkar pinggang

tidak mengalami gejala apa pun, bahkan setelah makan. Sedangkan orang-orang yang memakai ikat pinggang diketahui memiliki tekanan yang cenderung lebih besar dan menyebabkan asam lambung naik.

Tidak hanya memicu kenaikan asam lambung, menggunakan pakaian atau aksesori yang terlalu ketat di

sekitar perut dan pinggang dapat memicu gejala lain, seperti kram atau nyeri pada perut jika terlalu sering terjadi

Dampak negatif memakai pakaian ketat berikutnya adalah dapat menyebabkan pingsan. Hal ini berkaitan dengan pakaian ketat yang membuat sirkulasi udara pada kulit menjadi tidak lancar.

Salah satu masalah yang paling sering dialami oleh para atlet yang senang memakai pakaian ketat adalah sinkop atau pingsan. Sinkop adalah sebuah kondisi ketika seseorang mengalami mati rasa hingga pingsan akibat aliran darah yang tidak lancar menuju otak.

Pakaian ketat yang mereka pakai menekan kulit dan menghambat aliran darah sehingga asupan darah menuju otak menjadi berkurang.